Sempenanusantaranews.com. BATAM — Pemuda Katolik Komda Kepri mendukung kebijakan Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pendidikan yang mengalihkan sementara pembelajaran tatap muka menjadi Belajar dari Rumah (BDR) bagi peserta didik PAUD, SD, dan SMP akibat kondisi kualitas udara yang tidak sehat.
Ketua Pemuda Katolik Komda Kepri, Nimrod Siahaan, menilai kebijakan tersebut merupakan langkah yang tepat dan patut didukung karena keselamatan serta kesehatan anak harus menjadi prioritas utama.
“Anak-anak adalah masa depan kita. Ketika kualitas udara berada pada kondisi yang tidak sehat, melindungi kesehatan mereka bukan berarti menghentikan pendidikan. Justru kita sedang memastikan pendidikan tetap berjalan dengan cara yang lebih aman,” ujar Nimrod Siahaan.
Menurutnya, keputusan untuk melaksanakan BDR bukan sekadar persoalan proses belajar mengajar, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam melindungi generasi muda dari risiko kesehatan akibat paparan udara yang tidak sehat.
Pemuda Katolik Komda Kepri juga mengajak seluruh orang tua untuk tidak melihat BDR hanya sebagai perubahan tempat belajar dari sekolah ke rumah. Masa ini harus dimanfaatkan untuk membangun kembali peran keluarga sebagai ruang pendidikan yang pertama dan utama.
“Di rumah, orang tua bukan hanya mengawasi anak mengerjakan tugas sekolah. Ini kesempatan untuk berdialog, mendampingi, memastikan anak cukup istirahat, minum air putih, mengurangi aktivitas di luar rumah dan menjaga kesehatan mereka,” tambahnya.
Di sisi lain, Nimrod berharap sekolah dan orang tua terus membangun komunikasi yang baik sehingga proses pembelajaran tetap berjalan secara efektif selama kebijakan BDR diberlakukan.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap persoalan kabut asap sebagai masalah biasa. Kualitas udara yang buruk menyangkut kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak.
“Kita tidak boleh memilih antara pendidikan dan kesehatan. Keduanya harus berjalan bersama. Pendidikan tetap berlangsung, tetapi keselamatan anak tidak boleh dikorbankan,” tegasnya.
Pemuda Katolik Komda Kepri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung langkah pemerintah, sekaligus mendorong agar penanganan sumber pencemaran dan kabut asap dilakukan secara serius dan berkelanjutan.
Anak-anak harus tetap belajar. Tetapi anak-anak juga harus tetap sehat.
Karena itu, Pemuda Katolik Komda Kepri mendukung kebijakan BDR sebagai langkah perlindungan terhadap generasi muda Batam selama kondisi udara belum dinyatakan aman.
“Mari kita jaga anak-anak kita hari ini, karena dari merekalah masa depan Batam dan Kepri akan dibangun.”
sumber rujukan berita : https://www.jejaksiber.com/2026/09/kualitas-udara-tak-sehat-pelajar-batam.html











