BATAM — Kepedulian sejati tidak berhenti pada kata-kata, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata. Ketika sesama menghadapi kesulitan, iman menggerakkan kita untuk hadir, kasih mendorong kita untuk membantu, dan harapan memberikan kekuatan untuk kembali melangkah.
Nilai inilah yang dapat menjadi inspirasi bagi KSP Credit Union Tunas Harapan dalam menjalankan misi pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kita belajar dari pelayanan kepada sekitar 200 karyawan Kristen PT Ghimli yang tengah menghadapi masa sulit akibat kondisi perusahaan yang memburuk. Setelah mengalami pemutusan hubungan kerja, mereka kini menantikan pembayaran pesangon di tengah ketidakpastian ekonomi keluarga.
Di tengah pergumulan itu, Bapak Kevin Lim dan Bapak Tomy Lim hadir memberikan penguatan rohani, doa, serta bantuan sembako. Kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu harus dimulai dengan bantuan besar. Ketulusan untuk hadir dan berbagi dapat menyalakan kembali pengharapan bagi mereka yang sedang berjuang.
Bagi KSP CU Tunas Harapan, peristiwa ini membawa pesan penting: kepedulian terhadap masyarakat tidak cukup hanya dengan merasa iba. Kepedulian harus diwujudkan melalui upaya yang membantu keluarga menjadi lebih kuat, mandiri, dan memiliki masa depan ekonomi yang lebih baik.
Sebagai lembaga keuangan yang berorientasi pada pemberdayaan, CU Tunas Harapan memiliki kesempatan untuk mendampingi anggota melalui pendidikan keuangan, membangun kebiasaan menabung, memberikan pendampingan usaha, serta menyediakan akses pinjaman yang bertanggung jawab sesuai kemampuan dan ketentuan koperasi.
Sebab, tujuan kita bukan sekadar membantu seseorang bertahan menghadapi kesulitan hari ini, tetapi juga membangun kemampuan agar ia lebih siap menghadapi tantangan esok hari.
Firman Tuhan dalam Galatia 5:6 mengingatkan bahwa iman bekerja melalui kasih. Bagi CU Tunas Harapan, nilai ini dapat diterjemahkan menjadi pelayanan yang menghargai martabat manusia, mengutamakan kepentingan anggota, dan menumbuhkan kesejahteraan bersama.
Kita mungkin tidak mampu menyelesaikan semua persoalan masyarakat sekaligus. Namun, melalui langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten, kita dapat menjadi bagian dari perubahan besar.
KSP CU Tunas Harapan ingin terus bertumbuh bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi sebagai rumah pemberdayaan ekonomi keluarga—tempat masyarakat belajar mengelola keuangan, membangun usaha, menumbuhkan harapan, dan memperjuangkan kehidupan yang lebih sejahtera.
Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah lembaga bukan hanya diukur dari besarnya aset atau keuntungan yang diperoleh, melainkan juga dari kehidupan manusia yang berhasil dikuatkan dan keluarga yang terbantu untuk bangkit.
Tunas Harapan, bertumbuh bersama anggota, peduli kepada sesama, dan menghadirkan harapan melalui pemberdayaan ekonomi keluarga. (nimrodsiahaan)











