www.sempenanusantaranews.com Suasana penuh semangat mewarnai Breakfast Meeting Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) Chapter Nagoya 2 yang diselenggarakan pada Kamis pagi, 30 Juli 2026, di Hotel Asialink Pelita, Batam. Pertemuan yang dipandu MC Jacky ini menghadirkan pembicara inspiratif, Kelvin Lim, Director PT Escotama Handal, yang membagikan pesan-pesan kehidupan yang sederhana, namun begitu kuat menggugah hati.
Dalam penyampaiannya, Kelvin Lim mengajak setiap peserta memahami bahwa tidak ada kemenangan besar yang lahir dari proses yang instan. Ia mengibaratkan seorang atlet sepak bola yang rela berlatih bertahun-tahun, mengorbankan waktu, tenaga, bahkan kenyamanan demi satu impian besar: mengangkat trofi kemenangan. Di balik satu momen berdiri di podium, ada ribuan jam latihan yang tidak pernah disaksikan orang.
Beliau juga menyampaikan sebuah ilustrasi yang sangat mengena. Seorang pelari yang mengikuti perlombaan tidak pernah membawa tas ransel di pundaknya. Mengapa? Karena setiap beban akan memperlambat langkah menuju garis finis. Demikian pula dalam kehidupan. Jika seseorang ingin mencapai panggilan Tuhan, ia harus berani melepaskan beban berupa kepahitan, rasa takut, kesombongan, kekhawatiran, maupun dosa yang menghambat langkahnya. Orang yang berlari menuju tujuan harus berlari dengan hati yang ringan.
Kelvin Lim kemudian mengajak peserta belajar dari keteladanan Nabi Daniel. Di tengah tekanan, ancaman, dan godaan kekuasaan, Daniel tetap setia menjaga kehidupan doanya. Kesetiaan yang dilakukan setiap hari itulah yang membentuk karakter, hikmat, dan integritasnya, hingga akhirnya Tuhan mempercayakan kepadanya posisi sebagai pemimpin besar di negeri Babel. Pesannya jelas, jabatan tidak membentuk karakter, tetapi karakterlah yang membawa seseorang kepada jabatan yang dipercayakan Tuhan.
Dengan gaya penyampaian yang hangat, lugas, dan penuh ilustrasi yang mudah dipahami, Kelvin Lim berhasil mengajak para peserta merenungkan kembali arti disiplin, kesetiaan, dan pengharapan dalam perjalanan hidup. Pesan-pesan yang disampaikannya bukan hanya relevan bagi para pebisnis, tetapi juga bagi setiap orang yang sedang memperjuangkan impian dan panggilan hidupnya.
Pertemuan pagi itu menjadi pengingat bahwa trofi terbesar dalam kehidupan bukan sekadar keberhasilan duniawi, melainkan ketika seseorang tetap setia kepada Tuhan, berlari tanpa beban, dan menyelesaikan pertandingan iman hingga garis akhir. Sebab, kemenangan sejati selalu diberikan kepada mereka yang tekun berlatih, setia berdoa, dan tidak pernah menyerah. (by; nimrodsiahaan)







