“Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.” (Yohanes 10:11)
Ada kalanya sebuah kunjungan bukan sekadar agenda pastoral, tetapi menjadi jawaban atas kerinduan umat yang ingin didengar, diperhatikan, dan diteguhkan. Itulah yang dirasakan umat Wilayah Bejana Rohani, Paroki Maria Bunda Pembantu Abadi (MBPA), ketika hari ini Pastor Paroki hadir mengunjungi mereka di Perumahan Putra Jaya, Tanjung Uncang, Batu Aji, Batam.
Kehadiran seorang pastor yang memilih duduk bersama umat, mendengarkan cerita, harapan, serta pergumulan mereka, menjadi gambaran nyata tentang seorang gembala yang berjalan bersama kawanan dombanya. Kepemimpinan sejati tidak hanya berbicara dari mimbar, tetapi juga hadir di tengah kehidupan umat.
Wilayah yang kini dikenal sebagai Wilayah Bejana Rohani menaungi 10 Komunitas Basis Gerejawi (KBG) dengan sekitar 324 Kepala Keluarga atau 820 jiwa. Nama “Bejana Rohani” bukan sekadar identitas, melainkan doa dan cita-cita bersama agar setiap keluarga menjadi wadah kasih karunia Allah, meneladani Bunda Maria yang dipilih menjadi bejana keselamatan bagi dunia.
Dalam kunjungan tersebut, Pastor juga melihat langsung perkembangan pembangunan Kapel sederhana yang menjadi pusat kehidupan iman umat. Berdiri di atas lahan dengan ukuran 15 x 25 meter, bangunan kapel kini telah memasuki tahap kedua pembangunan. Agar bangunan kokoh dan layak digunakan dalam jangka panjang, tinggi bangunan perlu ditambah sekitar 1,5 meter. Pada tahap awal, struktur tiang menggunakan kayu berukuran kecil sehingga pembangunan dilakukan secara bertahap. Saat ini tinggi bangunan telah mencapai sekitar 3,5 meter, dan setelah penambahan ketinggian serta pemasangan dinding bata selesai, pembangunan akan langsung dilanjutkan dengan pemasangan rangka atap dan penutup atap.
Harapan umat pun semakin besar. Mereka membayangkan hari ketika kapel ini tidak lagi sekadar bangunan yang sedang dikerjakan, tetapi menjadi rumah doa tempat anak-anak dibaptis, keluarga memanjatkan syukur, kaum muda bertumbuh dalam iman, dan seluruh umat berkumpul merayakan Ekaristi.
Kunjungan hari ini menjadi pesan yang kuat bahwa Gereja dibangun bukan hanya dengan batu dan semen, tetapi juga dengan kehadiran, perhatian, dan kasih seorang gembala yang mau berjalan bersama umatnya. Ketika pastor hadir mendengar, harapan pun tumbuh. Dan ketika umat bersatu membangun, Tuhan sendiri akan menyempurnakan karya yang telah dimulai di tengah Wilayah Bejana Rohani.(nimrodsiahaan)







