KARIMUN – PT PLN (Persero) mulai memverifikasi sekitar 60 ribu pelanggan terdampak gangguan listrik massal (blackout) yang terjadi di Pulau Karimun pada 22 Juli 2026.
Verifikasi dilakukan sebagai tahapan sebelum data penerima kompensasi diusulkan dan dikirim ke PLN Pusat.
Manajer ULP PLN Tanjung Balai Karimun, Ahmad Subhan Hadi, mengatakan proses verifikasi masih berlangsung secara berjenjang melalui UP3 dan UID PLN.
“Proses verifikasi masih berlangsung. Setelah selesai, data akan segera kami kirim ke PLN Pusat untuk ditindaklanjuti. Saat ini yang diverifikasi sekitar 60 ribu pelanggan,” ujarnya, Sabtu (8/8).
Selain menuntaskan proses kompensasi, PLN juga mempercepat peremajaan mesin PLTD berkapasitas 6 MW sebagai bagian dari penguatan pasokan dan peningkatan keandalan sistem kelistrikan di Pulau Karimun.
Sementara itu, DPRD Karimun sebelumnya meminta agar kompensasi bagi pelanggan terdampak dapat direalisasikan selambat-lambatnya September 2026.
Desakan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Karimun, Ady Hermawan, usai memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP).
Kini, perhatian publik tertuju pada percepatan finalisasi verifikasi. Setelah data dinyatakan lengkap dan dikirim ke PLN Pusat, proses penyaluran kompensasi diharapkan dapat segera direalisasikan sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan kepada pelanggan terdampak. (*)







