Batam. sempenanusantaranews.com
Perayaan Ekaristi HUT ke-4 PERDUKI Chapter Batam — Wyndham Panbil Batam, Jumat, 14 Agustus 2026
Jumat, 14 Agustus 2026, menjadi sebuah momentum penuh syukur bagi keluarga besar PERDUKI — Perhimpunan Pengusaha dan Profesional Katolik Chapter Batam. Di Hotel Wyndham Panbil Batam, para pengusaha dan profesional Katolik berkumpul bukan sekadar untuk merayakan ulang tahun organisasi yang keempat, tetapi untuk kembali menemukan alasan mengapa mereka dipanggil untuk bersatu, berkarya dan berbuah dalam iman dan pelayanan.
Dalam homilinya, Romo Yodi, Pastor Moderator PERDUKI Chapter Batam, mengajak seluruh peserta merenungkan Injil Matius tentang keluarga dan kesatuan. Sabda Tuhan mengingatkan bahwa seorang laki-laki dan perempuan meninggalkan ayah dan ibunya, bersatu dengan pasangannya, dan keduanya menjadi satu daging. Lalu Yesus menegaskan: “Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” Pesan ini sesungguhnya jauh lebih dalam daripada sekadar berbicara tentang perkawinan. Ada sebuah kata penting di sana: BERSATU.
Keluarga menjadi kuat bukan karena setiap orang memiliki pemikiran yang sama, tetapi karena mereka memilih untuk berjalan bersama. Mereka belajar saling menerima, saling menopang, saling menguatkan dan menghadirkan Tuhan di tengah perjalanan hidup. Dan pesan inilah yang menjadi sangat relevan bagi PERDUKI. PERDUKI bukan sekadar tempat berkumpulnya orang-orang yang mempunyai usaha, jabatan atau profesi. PERDUKI adalah sebuah keluarga rohani.
Di dalamnya ada pengusaha, profesional, pemimpin, pekerja dan berbagai latar belakang kehidupan. Mereka datang dari lintas paroki, tetapi disatukan oleh satu iman kepada Kristus dan satu kerinduan: agar pekerjaan, usaha dan profesi yang mereka jalani menjadi ladang kesaksian dan pelayanan kepada Tuhan. Sebab apa gunanya usaha semakin besar kalau iman semakin kecil? Apa gunanya jabatan semakin tinggi kalau kepedulian kepada sesama semakin rendah? Dan apa gunanya keberhasilan duniawi kalau kita lupa bahwa seluruh kemampuan, kesempatan dan rezeki yang kita miliki pada akhirnya adalah anugerah Tuhan? Karena itu tema “Bersatu, Berkarya dan Berbuah dalam Iman dan Pelayanan” bukan sekadar slogan HUT ke-4.
Ini adalah sebuah panggilan. Bersatu dalam iman. Berkarya melalui profesi. Berbuah melalui pelayanan. PERDUKI ingin menghadirkan para pengusaha dan profesional Katolik bukan hanya sebagai orang-orang yang sukses di marketplace, tetapi sebagai pribadi-pribadi yang menghadirkan nilai Kristiani di marketplace kehidupan. Dan di sinilah pesan Romo Yodi menjadi sangat kuat: ketika Tuhan mempersatukan kita dalam satu iman dan satu tujuan, jangan biarkan kepentingan pribadi memisahkan kita. Jadikan PERDUKI sebagai keluarga yang saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan. Sebagai tempat untuk berbagi pengalaman, bukan sekadar berbagi keberhasilan. Sebagai komunitas yang hadir ketika sesama membutuhkan doa, dukungan dan pertolongan.

Empat tahun perjalanan PERDUKI Chapter Batam adalah bukti bahwa ketika orang-orang Katolik mau membuka hati dan berjalan bersama, sesuatu yang besar dapat dilahirkan. Di bawah kepemimpinan Ibu Susi sebagai Ketua PERDUKI Chapter Batam, para pengurus terus mengajak seluruh anggota untuk tidak berhenti pada perayaan, tetapi terlibat dalam gerakan bersama.
Karena anggota PERDUKI berasal dari lintas paroki, kegiatan tidak harus selalu dilaksanakan di dalam lingkungan satu paroki. Justru PERDUKI memilih tempat-tempat yang menjadi titik tengah perjumpaan di Kota Batam, seperti Wyndham Hotel maupun Santika Hotel, agar semakin banyak pengusaha dan profesional Katolik dapat bertemu, membangun relasi dan bertumbuh bersama.
Karena PERDUKI bukan milik satu paroki. PERDUKI adalah rumah bersama bagi pengusaha dan profesional Katolik di Kota Batam.
Maka para pengurus mengajak seluruh anggota untuk hadir dan terlibat secara rutin dalam Ibadah Fellowship setiap Jumat kedua setiap bulan. Kegiatan ini telah dijadwalkan menjadi ruang untuk berdoa, bersyukur, membangun persaudaraan dan saling menguatkan.
Ada juga program “Satu Jam Bersama PERDUKI”, yaitu kunjungan ke tempat usaha anggota. Program ini dapat diajukan langsung oleh anggota kepada pengurus ketika merasa membutuhkan kehadiran PERDUKI.
Mengapa tempat usaha perlu dikunjungi? Karena bagi PERDUKI, usaha bukan hanya tempat mencari keuntungan. Tempat usaha adalah ladang pelayanan.
Di sanalah kita bekerja, berjuang, menghidupi keluarga dan membuka lapangan pekerjaan. Karena itu, tempat usaha juga layak dipersembahkan kepada Tuhan melalui doa dan ucapan syukur. PERDUKI hadir untuk menopang anggota melalui doa, penyembahan dan dukungan persaudaraan agar usaha yang dijalankan semakin diberkati dan menjadi berkat bagi banyak orang.
PERDUKI juga terus mengembangkan pembinaan melalui Camp Sukses Sejati Katolik (CSSK) yang telah dilaksanakan dua kali dan direncanakan kembali pada Mei tahun depan.
Kemudian ada GLEAM — Glory Leadership at Marketplace, sebagai tindak lanjut dari CSSK. Para peserta GLEAM diwajibkan terlebih dahulu mengikuti CSSK karena kepemimpinan di dunia usaha harus dibangun dari fondasi iman yang kuat.
Inilah wajah PERDUKI. Bukan hanya berbicara tentang bagaimana menjadi pengusaha yang sukses, tetapi bagaimana menjadi orang Katolik yang sukses menjadi berkat. Maka di usia yang keempat ini, mari kita kobarkan kembali semangat:
BERSATU DALAM IMAN!
BERKARYA DENGAN PROFESIONAL!
BERBUAH DALAM PELAYANAN!
Selamat HUT ke-4 PERDUKI Chapter Batam.
Semoga PERDUKI semakin menjadi rumah persaudaraan bagi para pengusaha dan profesional Katolik, semakin kuat dalam iman, semakin profesional dalam karya, dan semakin nyata buah pelayanannya bagi Gereja, masyarakat, keluarga dan bangsa.
Karena ketika kita bersatu bersama Tuhan, karya kita bukan hanya menjadi besar—tetapi menjadi berkat.
Selamat ulang tahun ke-4 PERDUKI Chapter Batam.
Bersatu. Berkarya. Berbuah.
Ad Maiorem Dei Gloriam!
(bynimrodsiahaan)







