PESAN ROMO THOMAS KE PARA PASUTRI MERIED ENCOUNTER DI BATAM DALAM ACARA TEMU KANGEN

- Admin

Kamis, 3 September 2026 - 22:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam. Sempenannusantara.com. Malam ini, Resto Tsuki di Batam bukan sekadar tempat makan biasa. Bagi kita, keluarga besar Meried Encounter, tempat ini berubah menjadi “ruang Emaus” yang hangat, penuh tawa, air mata, dan tentu saja, penyentilan khas yang hanya bisa diberikan oleh Romo Thomas.

Sebagai bagian dari komunitas ini, saya ingin membagikan sedikit kilas balik dan pesan mendalam dari acara Temu Kangen Pasutri Meried Encounter tadi malam (Kamis, 3 September 2026).

Romo Thomas membuka malam itu dengan senyum khasnya yang langsung mencairkan suasana. Melihat beberapa wajah pasutri yang masih terlihat kaku atau lelah selepas aktivitas sehari-hari, beliau bercanda, *”Saya lihat ada beberapa wajah yang agak tegang di sini. Wajar, namanya juga pasutri! Kalau tidak tegang atau tidak pernah galau, berarti salah satu dari kalian sedang tidak di rumah, atau kalian sedang pura-pura damai!”*

Tawa pun pecah. Ketegangan yang mungkin kita bawa dari rumah seketika luluh. Namun, tepat di balik tawa itu, Romo Thomas menyelipkan pisau bedah rohani yang tajam dan menyentuh tepat di dada.

Beliau mengajak kita menyelami kisah dua murid di jalan menuju Emaus. Dua orang yang berjalan beriringan, hati mereka hancur, penuh kekecewaan. Yesus sendiri berjalan tepat di samping mereka, mendengarkan keluh kesah mereka. Namun, Alkitab mencatat sebuah kalimat yang menampar: *”Ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.”*

*”Teman-teman pasutri,”* kata Romo dengan nada yang melunak namun tegas, *”bukankah ini potret jujur rumah tangga kita? Seringkali suami dan istri berjalan dalam satu atap, tapi hati mereka terpisah. Kita sering kali memberi nilai dan vonis pada pasangan kita hanya berdasarkan kacamata emosi kita yang sedang terluka. Kita melabeli pasangan ‘tidak peka’, ‘egois’, atau ‘tidak mengerti’—padahal kita sedang berjalan bersama bayang-bayang kekecewaan kita sendiri. Kita tidak mengenali Yesus yang hadir di tengah kita, karena kita terlalu sibuk mendengarkan suara ego kita yang bising.”*

Dari kisah Emaus itu, Romo Thomas mengurai tiga benang merah yang langsung “nyambung” dengan dinamika kita sebagai pasutri ME:

**Pertama, seni bertanya sebelum menghakimi.**
Yesus tidak langsung menceramahi dua murid yang galau itu. Ia bertanya, *”Apa yang kamu percakapkan?”* Ia mendengarkan dulu. Romo menantang kita: *”Berapa sering kita sebagai suami-istri berhenti bertanya, berhenti mendengarkan, lalu langsung memberi vonis pada pasangan saat mereka melakukan kesalahan?”*

**Kedua, menemukan Tuhan di “meja makan” keseharian.**
Mata murid-murid Emaus baru terbuka bukan saat mukjizat besar terjadi, melainkan saat Yesus *”memecahkan roti”*. *”Kasih dalam rumah tangga tidak selalu soal romantisme ala drama Korea,”* canda Romo lagi, disambut gelak tawa. *”Ia hadir di meja makan, di secangkir kopi yang diseduhkan tanpa diminta, di doa singkat sebelum tidur, atau di ucapan terima kasih yang tulus. Di momen-momen biasa itulah Yesus sedang ‘memecahkan roti’ dan membuka mata hati kita.”*

**Ketiga, mengundang “Pejalan Ketiga”.**
Rumah tangga yang kokoh, lanjut Romo, bukanlah tali dua lembar yang mudah putus saat badai datang. Itu adalah tali tiga lembar: suami, istri, dan Kristus. Ketika Yesus kita ajak berjalan bersama, emosi kita yang bising akan diredakan, dan kita bisa melihat wajah kasih Kristus di dalam diri pasangan kita yang kadang menyebalkan, tapi tetap kita cintai.

 

 

Malam itu pun berubah. Di tengah hidangan yang tersaji, suasana Resto Tsuki benar-benar menjadi ruang perjamuan Emaus versi Meried Encounter. Ada tawa lepas, ada mata yang berkaca-kaca, dan beberapa pasangan terlihat saling menggenggam tangan erat di bawah meja. Mata hati kita seolah terbuka kembali. Hati kita kembali berkobar-kobar.

*”Seperti murid-murid Emaus yang segera berbalik kembali ke Yerusalem setelah mata mereka terbuka,”* tutup Romo Thomas, *”demikian pula rumah tangga kita. Ketika kita mengenali Yesus di tengah perjalanan, kita tidak akan lari meninggalkan pasangan. Kita akan kembali, membangun kebersamaan, dan berkata pada dunia: bukankah hati kami berkobar-kobar ketika Ia berbicara dengan kami?”*

Malam ini, di Batam, kita tidak sekadar temu kangen. Kita temu Tuhan—dan temu kembali satu sama lain.

Terima kasih, Romo Thomas, telah mengingatkan kita bahwa di tengah galau dan tegangnya bahtera rumah tangga, Yesus selalu ada di kursi penumpang sebelah kita.

Sampai jumpa di pertemuan Meried Encounter berikutnya, teman-teman! Hati yang berkobar-kobar tidak boleh padam.

(nimrodsiahaan)

Berita Terkait

Satgas Patroli Laut Bea Cukai Cegat Kapal Kargo Pembawa 800 Kg Ketamin dan Tanker BBM Ilegal
JANGAN BIARKAN SAMPAH MENGALAHKAN WAJAH BATAM YANG MODERN
Bisnis Anda Tidak Selalu Butuh Modal Lebih Besar—Mungkin Butuh Cara Pandang yang Lebih Benar
Modus Ship-to-Ship Terbongkar, Bea Cukai dan BNN Gagalkan Masuknya 2,6 Ton Sabu Cair
DARI INJIL MENJADI AKSI: KBG SANTO BONAVENTURA TURUN TANGAN MEMBERSIHKAN RUMAH TUHAN
Pemko Batam Lanjutkan Program Seragam Gratis, Sasar 52 Ribu Siswa SD dan SMP
Terima Kunjungan PN Batam, Wali Kota Amsakar Achmad Tegaskan Sinergi Pemko dan Forkopimda
Dari Sebuah Data, Lahir Kebijakan untuk Bangsa: BPS Kunjungi KSP CU Tunas Harapan
Berita ini 142 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 22:18 WIB

PESAN ROMO THOMAS KE PARA PASUTRI MERIED ENCOUNTER DI BATAM DALAM ACARA TEMU KANGEN

Selasa, 1 September 2026 - 18:26 WIB

Satgas Patroli Laut Bea Cukai Cegat Kapal Kargo Pembawa 800 Kg Ketamin dan Tanker BBM Ilegal

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:42 WIB

JANGAN BIARKAN SAMPAH MENGALAHKAN WAJAH BATAM YANG MODERN

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Bisnis Anda Tidak Selalu Butuh Modal Lebih Besar—Mungkin Butuh Cara Pandang yang Lebih Benar

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Modus Ship-to-Ship Terbongkar, Bea Cukai dan BNN Gagalkan Masuknya 2,6 Ton Sabu Cair

Berita Terbaru

BATAM

JANGAN BIARKAN SAMPAH MENGALAHKAN WAJAH BATAM YANG MODERN

Senin, 31 Agu 2026 - 20:42 WIB