BATAM – Sempenanusantara.com – Suasana pagi yang penuh inspirasi tercipta di Hotel Asialink Pelita, Kamis (1/10/2026). Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) Indonesia Chapter Nagoya 2 menggelar Breakfast Meeting rutin dengan mengangkat tema “Stay Focused on God” atau “Tetap Fokus kepada Tuhan.”
Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00 hingga 08.30 WIB tersebut menghadirkan pembicara istimewa, Radiapoh Sinaga dari FGBMFI Susimatha. Kehadirannya memberikan warna tersendiri bagi para anggota persekutuan pengusaha dan profesional Kristen tersebut.

Radiapoh dikenal sebagai pengusaha di bidang pengembangan perumahan (property developer) di Kota Batam. Dalam sesi sharing, ia mengajak para peserta untuk melihat berbagai tantangan dalam dunia bisnis dari perspektif iman, khususnya melalui firman Tuhan dalam Mazmur 25:15:
“Mataku tetap terarah kepada TUHAN, sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jaring.”
Menurut Radiapoh, ayat tersebut mengandung pesan penting bagi setiap pengusaha dan pemimpin. Dalam kehidupan maupun dunia bisnis, manusia sering kali berhadapan dengan berbagai bentuk “jaring” yang dapat membuat seseorang kehilangan fokus.
“Jaring menggambarkan tiga hal utama, yaitu kekuatiran, ketakutan, dan ancaman,” ujar Radiapoh.
Ia kemudian mengaitkan pesan tersebut dengan realitas yang dihadapi para pelaku usaha, termasuk pengalamannya sebagai pengembang perumahan di Batam.
Menurutnya, kekuatiran dapat muncul karena fluktuasi harga material dan daya beli masyarakat. Ketakutan dapat muncul akibat risiko kegagalan proyek, persoalan perizinan, maupun keputusan bisnis yang tidak sesuai harapan. Sementara ancaman dapat datang dari persaingan usaha yang semakin ketat. Namun, menurut Radiapoh, tantangan tersebut tidak boleh membuat seseorang kehilangan arah.
“Kalau kita terus menatap masalah, kita bisa terjebak di dalam jaring itu. Tetapi ketika mata kita tetap terarah kepada Tuhan, kita percaya Tuhan akan menunjukkan jalan keluar,” katanya.
Ia menegaskan bahwa prinsip “Stay Focused on God” harus menjadi fondasi dalam menjalankan usaha maupun mengambil keputusan.
“Ketika saya fokus kepada Tuhan, bukan hanya kepada masalah, sering kali Tuhan menyediakan jalan keluar yang tidak pernah saya duga sebelumnya,” tambahnya.
Dalam sharing tersebut, Radiapoh juga mengajak peserta belajar dari kehidupan Daud dalam Kitab Suci. Menurutnya, Daud merupakan sosok yang mengalami berbagai tekanan luar biasa dalam kehidupannya, mulai dari ancaman, penderitaan, kehilangan, hingga berbagai pergumulan berat.
Namun, di tengah badai kehidupan tersebut, Daud tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh dendam maupun ketakutan. Ia terus mengarahkan pandangannya kepada Tuhan.
“Daud mengajarkan kepada kita bahwa fokus kita jangan berpindah hanya karena keadaan berubah. Ketika menghadapi tekanan, sakit penyakit, kehilangan harta maupun berbagai ancaman, tetaplah menaruh pengharapan kepada Tuhan,” jelasnya.
Pesan tersebut menjadi relevan bagi para pengusaha yang setiap hari berhadapan dengan ketidakpastian. Menurut Radiapoh, keberhasilan dalam bisnis bukan hanya ditentukan oleh kemampuan membaca peluang, tetapi juga oleh kemampuan menjaga hati dan tetap memiliki arah yang benar.
“Masalah boleh besar, tetapi jangan sampai masalah menjadi lebih besar daripada Tuhan dalam pikiran kita,” pesannya.
Chapter President FGBMFI Nagoya 2, Bisa Mulia, menyambut baik pesan yang disampaikan Radiapoh. Ia berharap Breakfast Meeting tersebut dapat menjadi penyegaran rohani bagi para anggota di tengah kesibukan menjalankan bisnis dan profesi masing-masing.
“Tujuannya jelas, agar kita tetap fokus kepada Tuhan sebagai sandaran utama dalam setiap keputusan bisnis,” ujarnya.
Kegiatan yang dipandu oleh MC Samuel dan dimeriahkan dengan musik pujian oleh Jacky tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk tetap menatap Tuhan di tengah berbagai tantangan kehidupan dan dunia usaha.
Pesan yang dibawa dalam Breakfast Meeting kali ini sederhana namun mendalam: tantangan boleh datang, badai boleh terjadi, tetapi arah pandangan jangan sampai berubah. Tetap fokus kepada Tuhan. (nimrodsiahaan)











