Batam 28 September 2026, sempenanusantaranews.com— Kondisi kabut asap di Kota Batam kembali menjadi perhatian masyarakat. Pada Senin (28/9), kabut asap masih terlihat di sejumlah ruas jalan, kawasan permukiman, dan pusat aktivitas warga.
Hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir memang membantu menurunkan konsentrasi asap di udara. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya menghilangkan kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Batam.
Kabut asap tidak hanya mengurangi jarak pandang, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah, pekerja lapangan, pengguna kendaraan, hingga anak-anak yang melakukan kegiatan di luar ruangan turut merasakan dampaknya.
Kondisi ini juga menjadi perhatian dari sisi kesehatan. Paparan udara yang tercemar dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok yang lebih rentan. Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap terhadap kesehatan.
Dareptus Dominikus Barasa kader militan Pemuda Katolik Komcab Batam menghimbau masyarakat mengurangi aktivitas diluar rungan atau diarea terbuka, selu menggunakan masker, perbanyak minum air putih, jika tidak perlu ya jangan keluar dari rumah, pungkasnya. Pemerintah melalui Pemko Batam harus segera ambil tindakan pencegahan terhadap warga agar terhindar dari penyakit ISPA seperti melakukan sosialisasi yang masif terkait dampak dari kabut asap ini, semua harus bersinergi, ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Batam juga telah mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk, menggunakan masker saat berada di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gangguan pernapasan.
Kabut asap yang kembali muncul menjadi pengingat bahwa kualitas udara bukan persoalan sepele. Masyarakat membutuhkan udara yang aman untuk bekerja, belajar, beraktivitas, dan menjalani kehidupan sehari-hari.
Batam membutuhkan udara yang bersih.
Di tengah kondisi ini, perhatian terhadap kesehatan masyarakat dan langkah penanganan kabut asap perlu terus diperkuat. Warga juga diharapkan ikut menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang dapat memperburuk kualitas udara.
Pantau kualitas udara, jaga kesehatan, dan tetap waspada, ujar aktivis muda ini.











