KETIKA KITA BERSATU, TUJUAN BESAR MENJADI LEBIH MUDAH TERCAPAI

- Admin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 638

Breakfast Meeting FGBMFI Chapter Nagoya 2: Belajar Membangun Tim yang Kompak, Saling Menguatkan, dan Berpusat pada Tuhan

BATAM-Sempenanusantara.com – Keberhasilan dalam bisnis tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan seorang pemimpin, besarnya modal, atau hebatnya strategi yang disusun. Ada satu kekuatan yang sering kali menjadi pembeda antara tim yang biasa-biasa saja dan tim yang luar biasa, yaitu kekompakan, kepercayaan, dan kesediaan setiap anggota untuk bergerak bersama mencapai tujuan.

Pesan inilah yang relevan untuk direnungkan dalam Breakfast Meeting Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) Indonesia, Chapter Nagoya 2, yang akan diselenggarakan pada Kamis, 8 Oktober 2026, pukul 07.00–08.30 WIB, di Hotel Asialink Pelita, Batam. Pertemuan ini menghadirkan Kelvin Lim, Director Escotama Handal, sebagai pembicara, dengan mengusung semangat “His Banner Over Us Is Love” — panji-Nya atas kita adalah kasih.

Dalam dunia bisnis, seseorang mungkin memiliki ide brilian, pengalaman panjang, dan kemampuan luar biasa. Namun, ketika setiap orang hanya mengejar kepentingannya sendiri, tujuan bersama akan sulit tercapai. Sebaliknya, tim yang memiliki visi yang sama, saling percaya, dan bersedia mengambil bagian dapat menghadapi tantangan yang jauh lebih besar.

Alkitab memberikan gambaran yang kuat tentang pentingnya kerja sama.

Dalam Markus 2:3–12, dikisahkan empat orang membawa seorang lumpuh kepada Yesus. Ketika mereka tidak dapat mendekat karena banyaknya orang, mereka tidak menyerah. Mereka membuka atap dan menurunkan orang lumpuh itu tepat di hadapan Yesus.

Bayangkan jika salah seorang dari mereka berhenti berjalan, seorang lainnya menolak memegang tandu, atau mereka tidak sepakat mengambil jalan yang sulit. Mungkin orang lumpuh itu tidak akan sampai kepada Yesus pada saat itu.

Kisah ini mengajarkan bahwa tim yang hebat bukanlah tim yang tidak menghadapi hambatan, melainkan tim yang tidak membiarkan hambatan menghentikan langkah mereka. Setiap anggota memiliki peran. Ketika semua menjalankan perannya dengan kompak, sesuatu yang tampaknya mustahil dapat menjadi mungkin.

Prinsip yang sama terlihat dalam Keluaran 17:8–13. Ketika bangsa Israel berperang melawan orang Amalek, Musa mengangkat tangannya. Selama tangannya terangkat, Israel unggul. Namun, ketika Musa mulai kelelahan, Harun dan Hur menopang kedua tangannya.

Musa memiliki peran kepemimpinan, tetapi ia tetap membutuhkan dukungan orang lain. Harun dan Hur memahami bahwa keberhasilan bukan hanya tanggung jawab pemimpin, melainkan perjuangan bersama.

Dalam bisnis, seorang pemimpin tidak harus mengerjakan semuanya sendiri. Ia perlu membangun tim yang berani saling mendukung, mengisi kekurangan, dan menjaga semangat ketika salah satu anggota sedang menghadapi kesulitan.

Pesan berikutnya kita temukan dalam Kisah Para Rasul 16:25–34. Ketika Paulus dan Silas berada di penjara, mereka berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah. Ketika gempa bumi mengguncang penjara dan pintu-pintu terbuka, peristiwa itu justru menjadi jalan bagi kepala penjara dan keluarganya untuk mengenal keselamatan dalam Kristus.

Kisah ini mengingatkan bahwa tekanan tidak harus menghancurkan semangat tim. Dalam keadaan sulit, iman, keteguhan hati, dan sikap yang benar dapat membuka jalan menuju kesempatan baru. Paulus dan Silas tidak membiarkan penderitaan menghapus pengharapan mereka.

Sementara itu, Efesus 4:2–3 mengajak kita untuk hidup dengan rendah hati, lemah lembut, dan sabar, serta saling membantu dalam kasih demi memelihara kesatuan. Inilah fondasi tim yang sehat. Kekompakan tidak berarti semua orang harus memiliki pendapat yang sama setiap saat. Kekompakan berarti mampu menghargai perbedaan, menyelesaikan persoalan dengan dewasa, dan tetap menjaga tujuan bersama.

Kita juga dapat belajar dari Kisah Para Rasul 13, ketika jemaat di Antiokhia beribadah, berpuasa, dan mendengarkan pimpinan Roh Kudus sebelum mengutus Barnabas dan Saulus untuk menjalankan misi. Mereka tidak sekadar berkumpul, tetapi memiliki arah, melakukan discernment bersama, dan mengambil tindakan nyata.

Pelajaran ini sangat relevan bagi para pelaku usaha dan pemimpin organisasi: tim yang hebat membutuhkan visi yang jelas, komunikasi yang terbuka, pembagian tanggung jawab, serta keberanian untuk bertindak bersama.

Pada akhirnya, tujuan besar tidak dicapai hanya dengan mengumpulkan orang-orang hebat, tetapi dengan menyatukan kehebatan mereka dalam satu arah dan satu semangat.

Bagi keluarga besar FGBMFI, nilai tersebut berakar pada kasih Tuhan. Ketika kasih menjadi dasar hubungan, keberhasilan tidak lagi sekadar tentang siapa yang paling unggul, melainkan bagaimana setiap orang bertumbuh, saling menguatkan, dan membawa manfaat bagi sesama.

Sebab, satu orang mungkin dapat berjalan lebih cepat, tetapi tim yang kompak dapat melangkah lebih jauh. Ketika kita memiliki visi yang sama, saling menopang dalam kesulitan, dan menempatkan Tuhan sebagai pusat kehidupan, tujuan besar bukan lagi sekadar impian, melainkan sesuatu yang dapat diperjuangkan bersama.

His Banner Over Us Is Love — di bawah panji kasih Tuhan, kita dipanggil bukan hanya untuk sukses bersama, tetapi juga menjadi berkat bagi banyak orang. (nimrodsiahaan)

Berita Terkait

LITERASI NUSANTARA TBM SAYANG ANAK SUKSES DIGELAR, DORONG LITERASI KEBANGSAAN DAN PENGUATAN KARAKTER MASYARAKAT BATAM
Ratusan Guru SMP se-Kota Batam Ikuti Seminar Optimalisasi Digitalisasi Pembelajaran 2026
Protes Air Bersih Mati, Ratusan Warga Sambau Blokir Akses Masuk NDP
DARI DOA MENJADI BERKAT: SIENA CAKE RESMI DIBUKA, PANGGILAN KRISTIANI DI DUNIA USAHA
ABI ALWI KEMBALI HADIR DI BATAM! IKHTIAR TERAPI, DOA, DAN PELAYANAN UNTUK MASYARAKAT
FGBMFI CHAPTER NAGOYA 2 GELAR BREAKFAST MEETING: MANTAN BUPATI SIMALUNGUN RADIAPOH SINAGA BAGIKAN KUNCI SUKSES “STAY FOCUSED ON GOD”
Sukses Gelar Sales Revolution Training, Coach Tony Chen Bongkar Rahasia: Stop Jualan Produk, Kenali Dulu Konsumen
BATAM EUCHARISTIC REVIVAL 2026 “Datang untuk Berjumpa, Pulang dengan Hidup yang Diperbarui”

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:19 WIB

KETIKA KITA BERSATU, TUJUAN BESAR MENJADI LEBIH MUDAH TERCAPAI

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:13 WIB

LITERASI NUSANTARA TBM SAYANG ANAK SUKSES DIGELAR, DORONG LITERASI KEBANGSAAN DAN PENGUATAN KARAKTER MASYARAKAT BATAM

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Ratusan Guru SMP se-Kota Batam Ikuti Seminar Optimalisasi Digitalisasi Pembelajaran 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Protes Air Bersih Mati, Ratusan Warga Sambau Blokir Akses Masuk NDP

Minggu, 4 Oktober 2026 - 03:09 WIB

DARI DOA MENJADI BERKAT: SIENA CAKE RESMI DIBUKA, PANGGILAN KRISTIANI DI DUNIA USAHA

Berita Terbaru

TERKINI

Babinsa Sugie Pantau Penyaringan Dua Calon Kepala Dusun

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:39 WIB