Batam-sempenanusantara. Com- Pagi ini, Kamis, 29 Oktober 2026, dalam Breakfast Meeting FGBMFI Chapter Nagoya 2, kita mendapatkan satu pelajaran iman yang sangat menarik melalui kesaksian Saudara Ferne Lukkie, RVP FGBMFI Susimatha.
Ada dua ayat Kitab Suci yang menjadi dasar perenungan kita hari ini. Dalam Yesaya 55:8–9, Tuhan berfirman bahwa rancangan-Nya bukanlah rancangan kita, dan jalan-Nya bukanlah jalan kita. Kemudian, dalam Yeremia 29:11, Tuhan menyatakan bahwa rancangan-Nya adalah rancangan damai sejahtera, untuk memberikan hari depan yang penuh harapan.
Saudara-saudara, ada satu hal yang menarik dari kesaksian Saudara Ferne. Beliau pernah mengalami PHK sebanyak tiga kali. Bayangkan, tiga kali kehilangan pekerjaan! Bagi sebagian orang, PHK mungkin terasa seperti pintu kehidupan yang tertutup. Mungkin muncul pertanyaan, “Tuhan, mengapa ini terjadi kepada saya? Apa yang salah dengan hidup saya?”
Tetapi yang menarik, setiap kali mengalami PHK, justru beliau kemudian mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Dari sini saya belajar bahwa terkadang kita terlalu sibuk menangisi pintu yang tertutup, sampai kita lupa bahwa Tuhan mungkin sedang membuka pintu yang lain.
Kita sering berpikir bahwa selama pekerjaan kita aman, penghasilan kita tetap, dan usaha kita berjalan lancar, berarti Tuhan sedang memberkati kita. Tetapi bagaimana kalau kita kehilangan pekerjaan? Apakah berarti Tuhan meninggalkan kita? Tentu tidak!
PHK bisa menjadi akhir dari sebuah pekerjaan, tetapi bukan akhir dari penyertaan Tuhan.
Inilah makna Yesaya 55:8–9. Kita melihat kehidupan hanya dari apa yang terjadi hari ini, sedangkan Tuhan melihat perjalanan hidup kita secara utuh. Kita mungkin hanya melihat kehilangan, tetapi Tuhan dapat menuntun kita menuju kesempatan yang belum pernah kita bayangkan.
Namun, bukan berarti setiap PHK pasti langsung membawa kehidupan yang lebih baik. Ada proses, ada perjuangan, ada doa, dan ada keberanian untuk kembali melangkah. Iman bukan berarti kita hanya menunggu keajaiban, melainkan tetap melakukan bagian kita sambil percaya kepada Tuhan.
Saudara-saudara, melalui kesaksian ini, saya ingin mengajak kita semua, khususnya para pengusaha dan profesional Kristen, untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan.
Kalau hari ini usaha kita sedang sulit, jangan langsung kehilangan harapan. Kalau pekerjaan kita berubah, jangan merasa masa depan kita sudah berakhir. Tetap berdoa, evaluasi diri, tingkatkan kemampuan, bangun relasi, dan berani melangkah ketika kesempatan datang.
Sebab, seperti tertulis dalam Yeremia 29:11, Tuhan memiliki rancangan yang penuh harapan bagi umat-Nya.
Jangan hanya bertanya, “Mengapa Tuhan mengizinkan ini terjadi?” Belajarlah juga bertanya, “Tuhan, apa yang sedang Engkau ajarkan kepada saya melalui peristiwa ini?”**
Kiranya melalui Breakfast Meeting pagi ini, kita semakin percaya bahwa hidup kita tidak ditentukan oleh satu kegagalan, satu penolakan, atau satu PHK. Kita tetap memiliki harapan selama kita berjalan bersama Tuhan dan setia melakukan bagian kita.
Tuhan memberkati kita semua. Shalom!









