.
Dandim 0317/TBK Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Karakter dan Aksi Nyata
KARIMUN – Semangat persatuan dan kepedulian sosial mewarnai peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Kantor Bupati Karimun, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Sei Raya, Kecamatan Meral, Rabu (28/10/2026). Dandim 0317/TBK Letkol Inf Andit Franata S.I.P. bertindak sebagai inspektur upacara yang diikuti sekitar 150 peserta dari unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait.
Upacara dimulai pukul 07.45 WIB dengan pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Para peserta kemudian mengikuti mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 1945, serta naskah Putusan Kongres Pemuda Indonesia 1928.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole, S.Sos., Pj. Sekda Karimun Dr. Sularno, S.Sos., M.Si., Danlanal TBK Letkol Laut (P) Samuel C. Noya, M.Tr.Opsla., Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani, S.I.K., M.Si., Kajari Karimun Andhy Hermanwan Boolifar, S.H., M.H., serta perwakilan lembaga peradilan dan kepala organisasi perangkat daerah Kabupaten Karimun.
Dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga RI yang dibacakannya, Andit menyampaikan bahwa kemajuan Indonesia tidak cukup diukur dari pembangunan fisik dan penguasaan teknologi. Bangsa yang kuat juga membutuhkan generasi muda berkarakter, tangguh menghadapi tantangan, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Pesan tersebut menegaskan bahwa semangat nasionalisme harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan. Pemuda Indonesia diharapkan berani mengambil tanggung jawab, siap melayani masyarakat, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
“Pembangunan Indonesia yang sejati tidak hanya berfokus pada kemajuan fisik atau teknologi, melainkan dimulai dari pembentukan karakter manusia yang mencintai tanah air, berjiwa pantang menyerah, dan peduli sesama,” demikian inti amanat Menpora yang dibacakan Andit.
Peserta juga menyanyikan lagu nasional Satu Nusa Satu Bangsa dan Bangun Pemudi Pemuda, sebelum mengikuti doa penutup.
Upacara berakhir pukul 08.30 WIB dan dilanjutkan dengan foto bersama. Seluruh rangkaian berlangsung tertib, aman, dan khidmat.
Peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan serta mendorong generasi muda mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah dan nasional, sejalan dengan nilai-nilai Sumpah Pemuda yang menyatukan bangsa di tengah keberagaman.









