Batam | Pemuda Katolik Komisariat Cabang Batam, menyampaikan keprihatinan atas kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Batam saat ini.
Situasi ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama Pemerintah Kota Batam, mengingat dampaknya terhadap kesehatan, kenyamanan, dan aktivitas masyarakat.
Kabut asap bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga persoalan kesehatan publik yang membutuhkan respons cepat, terukur, dan bertanggung jawab.
Masyarakat berhak mendapatkan udara yang bersih dan lingkungan yang sehat. Oleh karena itu, pemerintah tidak boleh menunggu hingga kondisi semakin memburuk sebelum mengambil langkah konkret.
Pemuda Katolik Komisariat Cabang Batam mendesak Pemerintah Kota Batam untuk melakukan pemantauan kualitas udara secara intensif dan menyampaikan informasi yang akurat serta mudah diakses masyarakat mengenai kondisi kualitas udara di Batam.
Pemerintah kota Batam diminta mengambil langkah penanganan darurat yang diperlukan, termasuk berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengidentifikasi sumber kabut asap dan mengendalikan dampaknya.
Memberikan imbauan kesehatan yang jelas kepada masyarakat, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan, serta menyiapkan langkah perlindungan apabila kualitas udara memburuk.
Selanjutnya, agar memperkuat koordinasi lintas instansi, termasuk dengan pemerintah daerah terkait apabila sumber asap berasal dari luar wilayah Batam, agar penanganan dilakukan secara terpadu dan efektif.
Perkembangan penanganan secara terbuka disampaikan kepada publik, sehingga masyarakat mengetahui langkah yang sedang dilakukan pemerintah dan tindakan pencegahan yang perlu diambil.
“Kami menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas. Dalam situasi seperti ini, kecepatan respons, keterbukaan informasi, dan koordinasi yang baik merupakan hal yang sangat penting,” ujar Dominikus Ketua Pemuda Katolik Komcab Batam.
Sebagai organisasi kepemudaan Katolik, pihaknya memandang bahwa menjaga lingkungan dan melindungi kehidupan manusia merupakan tanggung jawab bersama, secara khusus pemerintah daerah.
“Kami siap mengambil bagian dalam upaya edukasi dan kepedulian lingkungan, tetapi tanggung jawab pemerintah untuk melindungi masyarakat harus dijalankan secara nyata dan terukur,” tegas Dominikus.
Pemuda Katolik tidak ingin persoalan kabut asap ini dianggap sebagai keadaan biasa yang dapat dibiarkan berlalu begitu saja. Pemuda Katolik mendesak Pemerintah Kota Batam untuk segera bergerak, mengambil tindakan konkret, dan memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan yang layak.
“Jangan menunggu masyarakat semakin terdampak untuk bertindak. Kesehatan publik adalah prioritas, dan masyarakat berhak mendapatkan kepastian bahwa pemerintah hadir dalam menghadapi persoalan ini. Batam membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar imbauan,” tandasnya.









