Sempenanusantaranews. KARIMUN – Semangat menjaga lingkungan dan membangun kepedulian bersama menjadi pesan utama dalam kegiatan Green Saturday Seminar Ekologis yang digelar dalam rangka HUT ke-32 Paroki St. Joseph Tanjung Balai Karimun.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Nasional Karimun, Sabtu, 26 September 2026, ini mengangkat semangat untuk membangun kesadaran bersama bahwa lingkungan hidup bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi bagian dari panggilan masyarakat dan Gereja.
Seminar ekologis ini menjadi ruang perjumpaan antara Gereja, pemerintah, dan masyarakat untuk melihat persoalan lingkungan sebagai persoalan bersama yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Dengan pesan “Bertanggung jawab bersama dalam melaksanakan misi untuk memelihara rumah bersama”, Green Saturday mengajak peserta untuk tidak berhenti pada pembicaraan mengenai lingkungan, tetapi mendorong perubahan sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Seminar menghadirkan Ing. H. Iskandarsyah sebagai keynote speaker dan RD. Agustinus Heri Wibowo sebagai narasumber. Sementara diskusi dimoderatori oleh Dr. Vandarones Purba, ST., SH., MH., MM., C.Med.
Tema ekologis ini juga memiliki hubungan erat dengan semangat Gereja untuk menjaga rumah bersama, sebagaimana perhatian Gereja terhadap kelestarian alam dan kehidupan manusia. Lingkungan yang rusak pada akhirnya bukan hanya berdampak pada alam, tetapi juga terhadap kesehatan, ekonomi, dan masa depan generasi berikutnya.
Karena itu, Green Saturday diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial dalam rangka ulang tahun paroki. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran bahwa merawat lingkungan adalah bentuk tanggung jawab moral, sosial, dan iman.
Perayaan HUT ke-32 Paroki St. Joseph Tanjung Balai Karimun pun menjadi semakin bermakna ketika sukacita ulang tahun diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan.
Dari Karimun, pesan yang ingin dibangun sederhana tetapi kuat: rumah bersama tidak akan terpelihara jika hanya sebagian orang yang peduli. Karena itu, Gereja, pemerintah, dan masyarakat perlu berjalan bersama untuk menjaga bumi sebagai tempat hidup yang layak bagi generasi sekarang dan generasi yang akan datang.
Green Saturday bukan hanya tentang menanam dan menjaga pohon, tetapi tentang menanam kesadaran dan menjaga kehidupan. (NS)











