Pekanbaru, 8 Oktober 2020 | sempenanusantaranews.com — Karimun merupakan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (FTZ) dan berada di Selat Malaka serta berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia menjadikan daerah ini sangat diminati para investor untuk berinvestasi. Untuk mewujudkan Karimun kawasan yang diminati karena fasilitas FTZ harus didukung infrasturktur yang memadai seperti listrik dan air. Dalam hal tersebut Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole melakukan rapat kerja dengan General Manager PT PLN UID Riau dan Kepulauan Riau Didik Wicaksono beserta timnya di Kantor UID RKR Pekanbaru.
Rocky memaparkan kondisi kelistrikan Kabupaten Karimun saat ini, baik di Karimun Besar yang juga merupakan FTZ dan juga di pulau – pulau lainnya yang masih butuh perhatian khsus.
„Adapun tujuan kami melakukan rapat kerja bersama jajaran managemen PT PLN UID RKR ini adalah untuk memastikan keandalan daya listrik di Kabupaten Karimun, hal ini juga pasca terjadinya Black Out tanggal 20 Juli 2026 lalu, kita mau mencari solusi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang karena permasalahan listrik ini telah berlangsung lama, bukan ditahun ini saja sehingga kita harus selesaikan secara permanent masalah ini, uajr Rocky“. Setelah kami dilantik pada bulan Februari 2025, tanggal 6 Mei 2025 saya dan pak Bupati sidak ke PT Soma Daya Utama (PT SDU), dalam sidak tersebut pihak managemen menyampaikan kondisi saat itu PT SDU telah mencapai 98% dan pada bulan September 2025 akan 100% dan siap beroperasi serta mendistribusikan daya listrik kepelanggannya, namun hingga saat ini sudah Oktober 2026 masih juga tidak beroperasi, sementara PT SDU ini Wilusnya berada pada Area FTZ sehingga dengan demikian menjadikan FTZ ini tidak begitu diminati dikarenakan tiadanya listrik, berbanding terbalik dengan semangat FTZ seutuhnya“ pungkas mantan anggota DPRD Kepri tersebut.
Wakil Bupati yang juga selaku Ketua Partai Kebangkitan Bangsa Propinsi Kepri menyampaikan kondisi kelistrikan di pulau – pulau seperti di Pulau Belat Kecamatan Belat.
„Saat saya kungnjungan kerja beberapa waktu lalu ke Pulau Belat, masyarakat mengusulkan apakah mesin pembangkit yang berada di Desa Tebias dapat membantu satu desa di Pulau Belat yaitu Sungai Asam, karena selama ini pembangkit di Pulau Belat melayani 4 desa sehingga jika dibantu koneksi jaringan dari pembangkit desa Tebias maka beban dapat terbagi, ujar Rocky.
Rocky juga mengatakan bahwa pembangkit di Pulau Belat perlu mengalami peremajaan, dan informasinya akan didatangkan mesin pembangkit namun hingga saat ini belum datang.
„Mesin pembangkit (PLTD) yang ada saat ini perlu peremajaan, karena beberapa waktu lalu juga terjadi kerusakan sehingga terjadi pemadaman total di Pulau Belat, memang saat ini telah berfungsi namun belum maksimal, rencananya akan didatangkan mesin tambahan namun hingga saat ini belum sampai dilokasi“, tambahnya.
Dr. Vandarones Purba selaku Kabid ESDM pada Dinas Koperasi Usaha Mikro dan ESDM kabupaten Karimun yang turut hadir dalam rapat kerja tersebut menyampaikan bahwa rapat kerja Wakil Bupati ini juga merupakan rangkaian dari Rapat yang telah dilaksanakan di Direktoral Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM bersama beberapa Direktorat PT PLN Pusat.
„Sebelumnya kita telah melakukan rapat bersama dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM pada tanggal 2 Oktober 2025 di Kantor Dirjend Gatrik Kementerian ESDM, rapat dipimpin langsung oleh Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah dan Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Dirjend Gatrik Ahmad Amiruddin, dalam rapat tersebut Pemda Karimun turut serta mencari solusi agar keandalan listri di Kabupaten Karimun dapat teratasi secara permanent yaitu Pemda Karimun melalui BUMD akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bersama mitranya PT ODC Energy sebesar 16 MWp dengan pola IPP ke PT PLN, maka pertemuan hari ini adalah bukti keseriusan Bupati dan Wakil Bupati Karimun mengawal agar keandalan kelistrikan di Karimun sesegera mungkin teratasi secara tuntas dan permanent“ ujar Vandarones dengan lugas.
Dalam pertemuan tersebut, GM PT PLN UID RKR Didik Wicaksono menyampaikan bahwa untuk jangka pendek telah, PT PLN berencana melakukan kerjasama Wilus dengan PT SDU sebesar 10 MW.
„Untuk jangka pendek kita telah sewa mesin pembangkit sebsar 6 MW serta kita juga berencana akan melakukan kerjasama Wilus dengan PT SDU sebesar 10 MW, kami telah meninjau lokasi PT Soma dan akan terealisasi dalam waktu dekat ini, untuk jangka menengah secara permanent kami sangat dengan terbuka dengan rencana kerjasama dengan Pemda Karimun bersama PT ODC Energy yaitu pembangunan PLTS 16 MWp yang dayanya akan diserap oleh PLN, karena kedepannya kami akan butuh sebesar 70 MW di pulau Karimun Besar, jika ini terpenuhi dari mitra kerja maka PLTD yang ada di Karimun Besar dapat didistribusikan kepulau-pulau di Kabupaten Karimun, kami akan kawal agar rencana kerjasama dengan BUMD Karimun dengan mitran PT ODC Energy segera terealisasi, karena setelah rapat tanggal 2 Oktober 2026 itu, kami juga di panggil PLN Pusat untuk persiapan langkah – langkah kerjasama tersebut“ papar GM UID RKR.
Terkait kondisi di Pulau Belat dengan usulan masyarakat di Kecamatan Belat baik dengan mesin pembangkit yang belum sampai hingga saat ini, Didik Wicaksono menyampaikan akan kita survey kelapangan interkoneksinya.
„Mengenai usulan masyarakat di Pulau Belat seperti yang disampaikan pak Wakil Bupati yaitu mengkoneksikan pembangkit yang berada di Tebias ke salah satu desa di Pulau Belat yaitu Sungai Asam agar beban terbagi, kami akan segera melakukan survey lapangan untuk mencari jalur terdekat, dan rencana pembangkit yang belum sampai hingga saat ini akan kami akan koordinasikan, karena kami telah beda UID namun tetap akan kami pastikan mesin tersebut segera sampai“ tutupnya.
Dalam rapat kerja ini turut hadir anggota DPRD Karimun dari Fraksi Kebangkitan Bangsa Muhammad Firdaus dan Seniao Manager Perencanaan PT PLN UID RKR Moses dan perwakilan PT ODC Energy. (MVP)











