“PEMIMPIN JANGAN HANYA DUDUK DI RUANGAN: TURUN KE LAPANGAN, MASALAH BERGERAK LEBIH CEPAT!”

- Admin

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam.www.sempenanusantaranews.com-  Ada satu pelajaran penting dari perbaikan pipa air di Muka Kuning, Batam. Ketika sebuah persoalan menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, pemimpin tidak cukup hanya menerima laporan dari meja kerja. Pemimpin perlu turun langsung. Perbaikan pipa berdiameter 800 milimeter di Muka Kuning akhirnya rampung setelah sebelumnya menghadapi kendala teknis, termasuk kebocoran saat uji pengaliran. Setelah pekerjaan selesai, suplai air kepada pelanggan terdampak mulai dipulihkan secara bertahap agar tekanan jaringan tetap stabil. Yang menarik adalah kehadiran Kepala BP Batam Amsakar Achmad di lokasi. Bukan sekadar melihat. Tetapi memastikan. Memastikan pekerjaan benar-benar selesai. Memastikan tim di lapangan bekerja. Dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak berhenti hanya karena laporan mengatakan, “pekerjaan sudah selesai.”

Inilah makna kepemimpinan yang hadir. Sebab ketika seorang pemimpin turun ke lapangan, ada energi yang berbeda.Tim merasa diperhatikan. Persoalan bisa dilihat secara langsung.Informasi tidak hanya berasal dari laporan yang sudah melewati beberapa meja, tetapi pemimpin dapat melihat sendiri apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Dan yang paling penting… keputusan bisa diambil lebih cepat.

Kita sering melihat persoalan menjadi panjang bukan karena tidak ada orang yang bekerja, tetapi karena pengambil keputusan terlalu jauh dari persoalan yang sedang terjadi. Laporan naik ke atas. Menunggu rapat. Menunggu disposisi. Menunggu keputusan. Sementara masyarakat menunggu pelayanan. Karena itu, pemimpin yang mau turun ke lapangan sesungguhnya sedang memperpendek jarak antara masalah dan solusi.

Tentu, turun ke lapangan bukan berarti seorang pemimpin harus mengambil alih pekerjaan teknis. Bukan. Pemimpin tetap harus memberikan kepercayaan kepada para ahli dan tim teknis. Tetapi pemimpin harus hadir untuk memastikan bahwa seluruh sumber daya bergerak menuju satu tujuan: menyelesaikan masalah masyarakat. Dari persoalan air di Muka Kuning ini kita belajar bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang memberikan instruksi.

Kepemimpinan adalah tentang kehadiran, kecepatan merespons, keberanian melihat kenyataan, dan kesungguhan memastikan solusi benar-benar sampai kepada masyarakat. Saya percaya, semakin dekat seorang pemimpin dengan persoalan rakyatnya, semakin cepat pula ia memahami apa yang harus dilakukan. Karena terkadang… satu kunjungan ke lapangan bisa memberikan pemahaman yang tidak akan pernah kita dapatkan dari seratus lembar laporan.

Dan ketika pemimpin hadir, masyarakat pun merasakan satu hal penting: “Kami tidak sendirian. Ada yang melihat. Ada yang peduli. Ada yang bertanggung jawab.” Inilah kepemimpinan yang kita butuhkan. Bukan pemimpin yang hanya terlihat ketika semuanya sudah selesai. Tetapi pemimpin yang hadir ketika masalah sedang terjadi. Turun melihat. Cepat memahami. Tepat mengambil keputusan. Dan terus mengawal sampai masalah benar-benar selesai. (nimrodsiahaan)

Karena pemimpin yang hadir di tengah persoalan…bukan hanya mempercepat pekerjaan. Tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat.

sumber tulisan : https://metropolis.batampos.co.id/pipa-muka-kuning-rampung-diperbaiki-amsakar-suplai-air-ke-pelanggan-dipulihkan-bertahap/

 

Berita Terkait

“DALAM POLITIK, TIDAK ADA YANG MUSTAHIL: YANG TERPENTING, UNTUK SIAPA DAN UNTUK APA?”
“JANGAN SEBUT PROGRAM BERHASIL, JIKA YANG TERTINGGAL MASIH MEREKA YANG PALING MEMBUTUHKAN”
Dandim 0317/TBK Hadiri Gerak Jalan HUT RI, 270 Peserta Turun ke Jalan
Dandim 0317/TBK Hadiri Karimun Taja Tari, 2.000 Warga Padati Coastal Area
Muhammad Firmansyah Buka Turnamen Domino Pordi Cup I 2026, Perebutkan Total Hadiah Rp24 Juta
Turnamen Domino Pordi Karimun Cup I 2026 Resmi Dimulai Malam Ini, Rebut Total Hadiah Rp 24 Juta
Simfoni Kedaulatan: Ketika Hati yang Tenang Membangun Fondasi Indonesia Emas 2045
Berita ini 210 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:00 WIB

“DALAM POLITIK, TIDAK ADA YANG MUSTAHIL: YANG TERPENTING, UNTUK SIAPA DAN UNTUK APA?”

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:25 WIB

“JANGAN SEBUT PROGRAM BERHASIL, JIKA YANG TERTINGGAL MASIH MEREKA YANG PALING MEMBUTUHKAN”

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:01 WIB

“PEMIMPIN JANGAN HANYA DUDUK DI RUANGAN: TURUN KE LAPANGAN, MASALAH BERGERAK LEBIH CEPAT!”

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:06 WIB

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:29 WIB

Dandim 0317/TBK Hadiri Karimun Taja Tari, 2.000 Warga Padati Coastal Area

Berita Terbaru

BATAM

JANGAN BIARKAN SAMPAH MENGALAHKAN WAJAH BATAM YANG MODERN

Senin, 31 Agu 2026 - 20:42 WIB

TERKINI

Minggu, 30 Agu 2026 - 21:06 WIB