Pengecoran Sayap Jembatan Sungai Mata Tiga Penarah Dikebut, Progres Tembus 59,9 Persen
BELAT, 12 Mei 2026 —
Pengerjaan Jembatan Armco di Sungai Mata Tiga, Desa Penarah, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun terus dipercepat pada Selasa (12/5/2026). Fokus pekerjaan saat ini berada pada pengecoran sayap jembatan dan penimbunan tanah pondasi yang menjadi bagian krusial dalam memperkuat struktur utama jembatan. Hingga hari ini, progres keseluruhan pembangunan telah mencapai 59,9 persen.
Sejak pagi, personel dan pekerja lapangan tampak sibuk menyelesaikan proses pengecoran di sisi sayap jembatan. Material timbunan juga terus didatangkan untuk memperkuat pondasi agar konstruksi mampu bertahan menghadapi arus sungai maupun peningkatan debit air saat musim hujan.
Pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan di bawah pengawasan Kodim 0317/TBK sebagai upaya mendukung akses transportasi masyarakat antarwilayah di Desa Penarah. Infrastruktur dengan panjang 6 meter dan lebar 7 meter itu nantinya akan dimanfaatkan oleh sekitar 1.317 warga yang selama ini mengandalkan jalur terbatas untuk aktivitas harian.
Di lokasi pengerjaan, beberapa item pekerjaan utama telah rampung 100 persen, di antaranya pengerjaan bowplank, mobilitas material, pembangunan abutmen, serta lantai jembatan. Sementara pengerjaan buk sandaran kini telah mencapai 80 persen.
Komandan lapangan menyebut proses pembangunan terus berjalan sesuai tahapan meski kondisi medan cukup menantang. Kedalaman air di lokasi mencapai 2,5 meter dan saat banjir dapat meningkat hingga 2,7 meter.
“Pengecoran sayap jembatan dan penimbunan pondasi menjadi prioritas saat ini karena berpengaruh langsung terhadap kekuatan konstruksi secara keseluruhan. Kami optimistis pengerjaan berikutnya dapat berjalan sesuai target,” ujarnya.
Selain memperkuat konektivitas antarwilayah, keberadaan jembatan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, mendukung distribusi hasil perkebunan dan perikanan masyarakat serta meningkatkan akses ekonomi desa.

Kodim 0317/TBK memastikan pengerjaan terus dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan kualitas konstruksi agar jembatan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang secara aman dan maksimal.







