Batam.sempenanusantara.com. Gereja tidak dibangun hanya oleh para imam. Gereja juga tidak dapat berjalan hanya dengan kekuatan kaum awam. Gereja akan semakin kuat ketika imam dan awam berjalan bersama, saling melengkapi, saling mendukung, dan bersama-sama menghadirkan wajah Kristus di tengah masyarakat. Inilah pentingnya kolaborasi dalam menjalankan misi perutusan.
Kita dapat melihat sebuah contoh yang sangat baik melalui Romo Paskal, Ketua KKPPMP – Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau, bersama Saudara Johannes Sidabutar, sebagai Seksi KKPPMP di Komunitas Basis Gerejawi atau KBG. Romo Paskal patut kita apresiasi. Beliau tidak hanya menjalankan tugas pastoral dari balik meja, tetapi berani hadir di tengah persoalan kemanusiaan. Salah satu perhatian besarnya adalah memperjuangkan dan mendampingi para korban perdagangan manusia serta korban pelecehan dan kekerasan seksual, khususnya anak-anak dan perempuan. Ini bukan tugas yang ringan.
Di balik setiap korban, ada luka. Ada ketakutan. Ada keluarga yang membutuhkan pendampingan. Dan di tengah situasi seperti itu, Gereja dipanggil bukan hanya untuk berbicara tentang kasih, tetapi menghadirkan kasih itu secara nyata. Namun, Romo Paskal tidak mungkin berjalan sendirian. Di sinilah peran kaum awam menjadi sangat penting.
Keuskupan Pangkalpinang menaruh perhatian besar pada Komunitas Basis Gerejawi atau KBG sebagai salah satu kekuatan pastoral Gereja. Maka, ketika di setiap KBG hadir seorang Seksi KKPPMP seperti Saudara Johannes Sidabutar, sesungguhnya Gereja sedang membangun mata, telinga, hati dan tangan pastoral di tengah masyarakat. Johannes menjadi rekan seperjalanan Romo Paskal.
Ia hadir lebih dekat dengan umat. Ia mengenal lingkungan KBG-nya. Ia dapat melihat persoalan yang mungkin tidak terlihat dari jauh. Ketika ada anak yang membutuhkan perhatian, perempuan yang mengalami persoalan, keluarga yang menghadapi kerentanan, atau persoalan migran dan perantauan yang perlu didampingi, Seksi KKPPMP di KBG dapat menjadi jembatan antara umat dan pelayanan KKPPMP. Inilah kolaborasi yang sesungguhnya.
Romo Paskal membawa visi, arah dan semangat pelayanan. Johannes dan para Seksi KKPPMP di KBG menghadirkan pelayanan itu lebih dekat ke kehidupan umat. Imam dan awam bukan dua kelompok yang berjalan sendiri-sendiri. Kita adalah satu tubuh Kristus, dengan tugas dan peran yang berbeda, tetapi memiliki satu tujuan: menghadirkan Kerajaan Allah melalui pelayanan nyata.
Karena itu, mari kita dukung gerakan Romo Paskal. Mari kita kuatkan para Seksi KKPPMP di setiap KBG. Sebab ketika imam dan awam bergandengan tangan, KBG menjadi semakin hidup. Ketika KBG bergerak, Gereja semakin hadir. Dan ketika Gereja hadir, mereka yang lemah, terluka dan membutuhkan pertolongan tidak lagi merasa berjalan sendirian.
Inilah Gereja yang berjalan bersama.
Inilah Gereja yang peduli.
Inilah Gereja yang hadir dan melayani.
Imam dan awam, satu hati, satu langkah, satu misi dalam perutusan Kristus.
(nimrodsiahaan)











