Batam-sempenanusantaranews.com- Malam penuh inspirasi dalam Outreach Dinner Meeting The Heritage: Beyond Wealth, Beyond Success, Beyond One Generation, yang diselenggarakan Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) Batam Executive Chapter, Jumat, 16 Oktober 2026, di Ballroom Love Seafood, Batam Centre, menghadirkan kesaksian luar biasa tentang kuasa Tuhan yang mengubah kehidupan manusia.
Tiga kesaksian menjadi pengingat bahwa warisan terbaik dalam kehidupan bukan sekadar harta, jabatan, atau kesuksesan bisnis, melainkan iman yang hidup, pertobatan yang nyata, dan keluarga yang dibangun di atas kasih Tuhan.
Kesaksian pertama datang dari Daniel Djauw, seorang yang pernah terjerat narkoba dan perjudian. Ia mengaku tidak percaya diri untuk bersaksi tentang perjalanan hidupnya. Namun, Tuhan membuka mata hatinya untuk menyadari bahwa masa lalunya bukan alasan untuk terus bersembunyi. Justru, pertobatan dan perubahan hidupnya dapat menjadi kesaksian yang menguatkan orang lain. Sebab, bukankah pertobatanmu adalah warisan terbaikmu?
Kesaksian kedua disampaikan Soebarkat Pranoto, yang setiap hari bangun pukul dua dini hari untuk berdoa dan mencari Tuhan tanpa terputus. Dalam perjalanan imannya, ia mengalami berkat yang luar biasa, termasuk kesempatan memperoleh lahan perkebunan kelapa sawit seluas 7.000 hektare. Kesaksiannya mengajak kita memahami pentingnya ketekunan dalam doa, sambil menyadari bahwa berkat Tuhan tidak selalu hadir dalam bentuk yang sama bagi setiap orang.
Kesaksian ketiga datang dari pasangan suami istri, Dr. Johanes Bagus Dharmawan, S.H., M.Kn., dan Dr. Ariana Her Vishnu Ditakristi, S.I.P., M.Th. Ketika anak ketiga mereka lahir di tengah ganasnya pandemi COVID-19 varian Delta, keluarga ini menghadapi situasi yang penuh ketakutan dan seolah tanpa harapan. Dalam keterbatasan manusia, mereka memilih berserah kepada Yesus. Mereka bersyukur karena anak dan keluarga mereka akhirnya melewati masa sulit tersebut.
Dari semua kesaksian ini, kita belajar satu hal penting: warisan terbesar seorang ayah kepada anak-anaknya bukan hanya kekayaan yang ditinggalkan, tetapi teladan iman, keteguhan dalam menghadapi badai, keberanian untuk bertobat, dan kasih yang mempersatukan keluarga.
Karena anak-anak mungkin mewarisi harta dari orang tuanya, tetapi karakter, iman, dan cara mereka menjalani hidup sering kali dibentuk oleh apa yang mereka lihat setiap hari dari ayah dan ibunya.
Inilah makna The Heritage: melampaui kekayaan, melampaui kesuksesan, dan melampaui satu generasi.
Sebab, kesuksesan sejati bukan hanya tentang seberapa tinggi kita mencapai puncak, tetapi juga tentang seberapa kuat kita menanamkan nilai-nilai kehidupan agar generasi berikutnya tetap berjalan bersama Tuhan.
(Nimrodsiahaan)









