Batam-sempenanusantara.com- Malam ini, 4 November 2026, kita berkumpul dalam Perayaan Ekaristi Misa 40 hari untuk mengenang dan mendoakan saudara kita, Antonius Mario Lombardi.
Sebagai orang beriman, kita percaya bahwa kehidupan manusia berada dalam penyelenggaraan Tuhan. Kita berdoa agar saudara kita memperoleh tempat terbaik di Rumah Bapa, tempat kehidupan kekal dan kebahagiaan abadi.
Saudara-saudara, kematian adalah sesuatu yang pasti akan dialami setiap manusia. Namun, ada satu hal penting yang perlu kita renungkan: kehidupan seseorang tidak seharusnya dinilai dari berapa panjang umurnya, tetapi dari seberapa bermakna kehidupannya bagi orang lain.
Ada orang yang hidup sampai usia 80 atau 90 tahun, tetapi kehadirannya mungkin tidak banyak memberikan arti bagi sesamanya. Sebaliknya, ada orang yang dipanggil Tuhan pada usia relatif muda, tetapi kasih, kebaikan, perjuangan, dan kenangan yang ditinggalkannya terus hidup dalam hati banyak orang.
Saudara kita, Antonius Mario Lombardi, berpulang pada usia 48 tahun. Tentu, bagi kita usia itu masih tergolong muda. Tetapi malam ini kita diajak bukan sekadar menghitung berapa tahun ia telah hidup, melainkan mengenang apa yang telah ia berikan, siapa yang pernah ia kasihi, dan kebaikan apa yang tetap hidup melalui kehadirannya.
Saya teringat pesan Kitab Kebijaksanaan 4:8-9, yang mengingatkan bahwa usia lanjut bukan semata-mata diukur dari panjangnya umur, melainkan dari pengertian dan kehidupan yang benar.
Karena itu, selagi Tuhan masih memberikan kita napas kehidupan, jangan sia-siakan waktu. Jangan hanya sibuk mengejar harta, jabatan, dan keberhasilan duniawi. Hadirlah bagi keluarga, kasihi pasangan dan anak-anak, bantulah sesama, dan jadilah pribadi yang kehadirannya membawa sukacita.
Rawatlah kesehatan kita, jauhi kebiasaan yang merusak tubuh, karena kehidupan adalah anugerah Tuhan yang harus kita syukuri dan pelihara.
Saudara-saudara, jangan hanya berusaha hidup lebih lama, tetapi berusahalah hidup lebih bermakna. Sebab ketika suatu hari kita dipanggil Tuhan, yang akan terus dikenang bukan sekadar berapa lama kita hidup, melainkan kasih dan kebaikan apa yang pernah kita tinggalkan.
Kehidupan kekal adalah tujuan kita, tetapi selama masih berada di dunia, mari kita menjadi berkat bagi sesama.
Tuhan memberkati kehidupan kita, dan semoga saudara Antonius Mario Lombardi beristirahat dalam damai kekal. Amin. (Ns)










