Kasdim 031/TBK Hadiri Hari Jadi Karimun ke 198 Tahun Perkuat Sinergi Daerah
Karimun, 1 Mei 2026 — Kasdim 0317/TBK Mayor Inf Istain Tamimi menghadiri langsung kegiatan doa subuh berjamaah dalam rangka peringatan Hari Pertabrian Kabupaten Karimun ke-198 di Masjid Al-Mubarrak, Kecamatan Meral, Jumat (1/5) pukul 04.30 WIB.
Kehadiran Kasdim bersama unsur Forkopimda dan sekitar 210 peserta menandai kuatnya sinergi lintas sektor dalam momentum yang mengangkat tema “Budaya Lestari, Karimun Bersinergi, Maju Dalam Harmony.” Sejak awal kegiatan, suasana berlangsung khidmat, dimulai dari shalat subuh berjamaah hingga rangkaian sambutan dan doa bersama.
Mayor Inf Istain Tamimi terlihat berbaur dengan para tokoh daerah, menunjukkan dukungan TNI terhadap penguatan nilai budaya dan religius di tengah masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat kebersamaan antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Karimun H. Ing Iskandarsyah menegaskan pentingnya menjaga identitas daerah. “Karimun Darussalam adalah jati diri kita yang harus terus dijaga, seiring dengan pembangunan yang tetap mengedepankan nilai budaya dan religius,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh adat Tengku Nazwar mengingatkan pentingnya menjaga warisan Melayu. “Kita harus bersatu menjaga marwah dan merawat warisan budaya agar tidak hilang ditelan zaman,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada aspek seremonial, tetapi juga memperkuat pesan kebersamaan. Setelah doa bersama, acara dilanjutkan dengan syukuran, ziarah ke makam zuriat Kesultanan Riau-Lingga, serta ramah tamah yang mempererat hubungan antar peserta.
Kehadiran Kasdim 0317/TBK dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata peran TNI dalam mendukung stabilitas sosial dan budaya di wilayah. Melalui pendekatan humanis dan partisipatif, TNI terus memperkuat kemanunggalan dengan rakyat sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 07.00 WIB dalam keadaan aman dan kondusif, sekaligus menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Karimun ke-198 bukan sekadar seremoni, tetapi momentum memperkokoh harmoni dan persatuan.






