KARIMUN – Babinsa Kelurahan Baran Timur Koramil 01/Balai Kodim 0317/TBK, Sertu Mujahid, menjalin silaturahmi dengan komunitas Pemanah Tradisional Karimun melalui pertemuan bersama Agus, pelatih klub panahan Perpatrak, Minggu (9/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi upaya mempererat hubungan TNI dengan masyarakat sekaligus mendukung pelestarian olahraga tradisional di Kabupaten Karimun.
Dalam pertemuan itu, Sertu Mujahid berkomunikasi langsung dengan pelatih dan membahas keberadaan komunitas panahan tradisional yang terus menjaga keterampilan memanah sebagai bagian dari warisan budaya.
Panahan tradisional tidak hanya mengandalkan ketepatan sasaran, tetapi juga melatih konsentrasi, ketenangan, kedisiplinan, dan ketekunan. Nilai-nilai tersebut menjadikan kegiatan ini berpotensi menjadi ruang pembinaan karakter, terutama bagi generasi muda.
Komunitas Pemanah Tradisional Karimun berada di bawah naungan Federasi Panahan Tradisional Indonesia (FESPATI). Keberadaan komunitas ini turut membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan olahraga panahan tradisional.
Melalui silaturahmi tersebut, Babinsa berupaya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan pelaku kegiatan masyarakat. Kedekatan ini penting untuk menciptakan hubungan yang harmonis sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas positif di lingkungan setempat.
Bagi Babinsa, pembinaan teritorial tidak hanya dilakukan melalui kegiatan formal, tetapi juga dengan hadir di tengah masyarakat, mengenal komunitas lokal, serta menjalin komunikasi dengan berbagai elemen warga.
Interaksi seperti ini menjadi salah satu cara untuk memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Selain menjaga hubungan sosial, dukungan terhadap komunitas budaya dan olahraga tradisional juga dapat membantu mempertahankan identitas lokal di tengah perkembangan zaman.
Silaturahmi Sertu Mujahid bersama komunitas Pemanah Tradisional Karimun diharapkan memperkuat kerja sama antara Babinsa dan masyarakat dalam menjaga tradisi serta mengembangkan kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan.
Pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Melalui komunikasi dan kebersamaan, warisan panahan tradisional di Karimun diharapkan tetap dikenal dan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.









