SAMPAH DIBAKAR DI JALAN UTAMA SEI LEKOP, KE MANA PENGAWASAN PEMERINTAH?

- Admin

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto diambil oleh Nimrod Siahaan. Dilokasi yang sama pada tanggal 15 Oktober  2-26 (sebelah kiri), pada tanggal 19 Oktober 2026 (sebelah kanan)

Foto diambil oleh Nimrod Siahaan. Dilokasi yang sama pada tanggal 15 Oktober 2-26 (sebelah kiri), pada tanggal 19 Oktober 2026 (sebelah kanan)

Views: 619

BATAM-sempenanusantaranews.com  — Persoalan sampah di Kota Batam kembali menjadi sorotan. Tumpukan sampah yang terus bertambah dan dibakar di tepi jalan utama kawasan Sei Lekop, menuju Dapur 12, menimbulkan pertanyaan serius tentang pengawasan lingkungan dan kesigapan pihak terkait dalam menangani persoalan kebersihan kota.

Pada 15 Oktober 2026, saat melakukan kunjungan ke Rumah Warna di Sei Lekop, Dapur 12, saya melintasi jalan dari lampu merah Fanindo, Batu Aji, kemudian berbelok ke kiri menuju Sei Lekop. Di tepi jalan utama, saya menemukan tumpukan sampah yang sedang dibakar. Bahkan, sebagian sampah telah menjalar hingga ke bahu jalan. Dokumentasi kejadian tersebut tersimpan di telepon genggam saya.

Empat hari kemudian, tepatnya 19 Oktober 2026, saya kembali melewati jalan yang sama untuk tujuan kunjungan serupa. Dalam hati, saya berharap tumpukan sampah yang sebelumnya ditemukan sudah diangkut atau setidaknya berkurang. Namun, kenyataan yang saya temukan justru sebaliknya. Tumpukan sampah terlihat semakin banyak, sementara aktivitas pembakaran masih berlangsung.

Kondisi ini patut menjadi perhatian bersama, terlebih ketika kualitas udara di sejumlah kawasan Batam sedang menjadi perhatian masyarakat. Pembakaran sampah di ruang terbuka berpotensi menimbulkan polusi udara yang membahayakan kesehatan dan mengganggu kenyamanan warga.

Pertanyaannya, sejauh mana pengawasan dan penanganan yang dilakukan oleh pihak terkait, mulai dari perangkat RT/RW, kelurahan, kecamatan, hingga Dinas Lingkungan Hidup? Apakah persoalan ini sudah dilaporkan, dan jika sudah, langkah konkret apa yang telah dilakukan?

Lingkungan yang bersih adalah cerminan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Kebersihan bukan sekadar urusan mengangkut sampah, melainkan juga menyangkut kedisiplinan, pengawasan, konsistensi pelayanan publik, serta keberanian menindak pelanggaran sesuai aturan.

Jika persoalan sampah yang terlihat jelas di tepi jalan utama saja terus berulang tanpa penanganan yang tampak, masyarakat wajar mempertanyakan efektivitas koordinasi dan pengawasan di lapangan. Pemerintah tidak cukup hanya memiliki program kebersihan; program tersebut harus hadir dalam bentuk perubahan nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

 

 

 

 

Batam bercita-cita menjadi kota bertaraf internasional. Namun, cita-cita itu harus dimulai dari hal mendasar: jalan yang bersih, udara yang sehat, pengelolaan sampah yang tertib, dan lingkungan yang terawat.

Karena itu, pemerintah dan seluruh pihak terkait perlu segera meninjau lokasi, memastikan penanganan tumpukan sampah, menghentikan pembakaran terbuka, serta mengevaluasi sistem pengawasan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk tidak membuang sampah sembarangan. Namun, tanggung jawab masyarakat harus berjalan seiring dengan pelayanan dan pengawasan pemerintah yang nyata.

Sebab, kemajuan sebuah kota bukan hanya terlihat dari gedung-gedung tinggi dan pembangunan infrastrukturnya, tetapi juga dari bagaimana kota itu menjaga kebersihan, kesehatan, dan martabat hidup warganya. Batam yang ingin menjadi kota internasional harus mampu membuktikan bahwa kebersihan bukan sekadar slogan, melainkan budaya dan tanggung jawab bersama. (nimrodsiahaan)

Berita Terkait

KASIH YANG MEMBERI HARAPAN: RUMAH SINGGAH GRATIS BAGI SESAMA YANG SEDANG BERJUANG UNTUK SEMBUH”
THE HERITAGE: WARISAN TERBAIK BUKANLAH HARTA, MELAINKAN IMAN, PERTOBATAN, DAN TELADAN HIDUP
GENBA 4 FGBMFI DI BATAM: MENGUATKAN IMAN, MENEGUHKAN INTEGRITAS, DAN MEMULIAKAN TUHAN MELALUI BISNIS
Asap Tebal Melanda Batam, Pemuda Katolik: Kesehatan Masyarakat Tidak Boleh Diabaikan
Pemuda Katolik Komcab Batam Menyikapi Sejumlah Isu Krusial di Batam
Batam Dilanda Blackout, Aktivitas Warga Lumpuh dan Pasokan Air Bersih Terganggu
Dihadiri Pastor Moderator, Muskomcab Pemuda Katolik Batam Berjalan Lancar
KETIKA KITA BERSATU, TUJUAN BESAR MENJADI LEBIH MUDAH TERCAPAI

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:40 WIB

SAMPAH DIBAKAR DI JALAN UTAMA SEI LEKOP, KE MANA PENGAWASAN PEMERINTAH?

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:42 WIB

KASIH YANG MEMBERI HARAPAN: RUMAH SINGGAH GRATIS BAGI SESAMA YANG SEDANG BERJUANG UNTUK SEMBUH”

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:09 WIB

THE HERITAGE: WARISAN TERBAIK BUKANLAH HARTA, MELAINKAN IMAN, PERTOBATAN, DAN TELADAN HIDUP

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:05 WIB

GENBA 4 FGBMFI DI BATAM: MENGUATKAN IMAN, MENEGUHKAN INTEGRITAS, DAN MEMULIAKAN TUHAN MELALUI BISNIS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Asap Tebal Melanda Batam, Pemuda Katolik: Kesehatan Masyarakat Tidak Boleh Diabaikan

Berita Terbaru