Ditolak Warga, Li Khai: Itu Jalan Inspeksi Untuk Normalisasi Sungai

- Admin

Minggu, 23 Maret 2025 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 625

Sempenanusantaranews.com – Batam | Penimbunan alur sungai Baloi indah mendapat penolakan dari warga Perumahan Kezia dan Permata Baloi, Kelurahan Baloi Indah, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.

Warga merasa resah atas penimbunan alur sungai ini. Mereka khawatir penimbunan ini akan menyebabkan penyempitan aliran sungai yang berpotensi memicu banjir.

“Jangan sampai kami terkena dampaknya, belasan tahun saya tinggal di sini, tidak pernah ada banjir,” ujar Ade selaku Ketua RT 05 Perumahan Kezia.

Ade juga mengungkapkan bahwa warga merasa janggal dengan proyek tersebut. Pasalnya, penimbunan tersebut menggunakan alat berat milik Dinas Bina Marga Kota Batam.

“Alasannya normalisasi, tapi faktanya sungai malah ditimbun. Kami cemas karena aliran air jadi menyempit, dan ini berpotensi menimbulkan banjir,” tegasnya.

Keterkaitan Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau

Adanya penimbunan ini, warga menduga ada keterkaitan dengan inisiatif Anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Kepri, Li Khai.

Sementara, Li Khai yang Anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Kepri ini membantah tuduhan terkait penimbunan alur Sungai Baloi Indah ini.

Li Khai menjelaskan bahwa proyek tersebut pembangunan jalan inspeksi sungai dan bukan untuk kepentingan pribadi atau proyek perumahan.

Proyek yang dikerjakan oleh Dinas Bina Marga ini bertujuan untuk membangun jalan inspeksi yang akan mempermudah normalisasi sungai di kawasan tersebut.

“Kiri dan kanan saluran induk harus ada jalan inspeksi untuk normalisasi sungai. Apa yang dibuat di belakang perumahan saya itu jalan inspeksi sekitar 15 meter lebarnya. Saya sudah koordinasi dengan CKTR dan Dinas Bina Marga, dan mereka menyetujui rencana ini,” tegas Li Khai.

Permasalahannya, lanjut Lik Khai, di belakang Perumahan Kezia, bangunan mereka sudah melebihi batas lahan sehingga tidak bisa dibangun jalan inspeksi. Namun saat dibangun jalan inspeksi di sisi lain, justru malah jadi sorotan.

Atas kejadian ini, Li Khai meminta agar CKTR dan Dinas Bina Marga segera melakukan pengukuran ulang terhadap titik koordinat lahan di Baloi Indah.

Jika ditemukan bangunan yang berdiri di atas saluran air, maka harus segera dibongkar demi kepentingan umum.

“Saya ingin semua diukur ulang. Dari Baloi Mas, Simpang Awal Bros, sampai ke saluran ini, kita pastikan semuanya sesuai aturan. Jika ada bangunan yang berdiri di atas saluran, maka harus dibongkar. Ini demi menghindari banjir yang bisa merugikan banyak warga,” tegasnya. | Red.

Berita Terkait

GENBA 4 FGBMFI DI BATAM: MENGUATKAN IMAN, MENEGUHKAN INTEGRITAS, DAN MEMULIAKAN TUHAN MELALUI BISNIS
Asap Tebal Melanda Batam, Pemuda Katolik: Kesehatan Masyarakat Tidak Boleh Diabaikan
Pemuda Katolik Komcab Batam Menyikapi Sejumlah Isu Krusial di Batam
Batam Dilanda Blackout, Aktivitas Warga Lumpuh dan Pasokan Air Bersih Terganggu
Dihadiri Pastor Moderator, Muskomcab Pemuda Katolik Batam Berjalan Lancar
KETIKA KITA BERSATU, TUJUAN BESAR MENJADI LEBIH MUDAH TERCAPAI
LITERASI NUSANTARA TBM SAYANG ANAK SUKSES DIGELAR, DORONG LITERASI KEBANGSAAN DAN PENGUATAN KARAKTER MASYARAKAT BATAM
Ratusan Guru SMP se-Kota Batam Ikuti Seminar Optimalisasi Digitalisasi Pembelajaran 2026

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:05 WIB

GENBA 4 FGBMFI DI BATAM: MENGUATKAN IMAN, MENEGUHKAN INTEGRITAS, DAN MEMULIAKAN TUHAN MELALUI BISNIS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Asap Tebal Melanda Batam, Pemuda Katolik: Kesehatan Masyarakat Tidak Boleh Diabaikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Pemuda Katolik Komcab Batam Menyikapi Sejumlah Isu Krusial di Batam

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Batam Dilanda Blackout, Aktivitas Warga Lumpuh dan Pasokan Air Bersih Terganggu

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Dihadiri Pastor Moderator, Muskomcab Pemuda Katolik Batam Berjalan Lancar

Berita Terbaru